Erupsi Gunung Anak Krakatau Terjadi Berjam-Jam, BNPB Imbau Masyarakat Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda mengalami erupsi intens pada Jumat malam (4/9) hingga Sabtu (5/9) 2026. Erupsi menyebabkan pembuahan abu vulkanik setinggi 250 meter dan lontaran batu pijar. BNPB meminta masyarat waspada namun tidak perlu panik tsunami. Tiga hal utama yang menekankan BNPB: keselamatan masyarat menjadi prioritas, pemda harus memastikan tidak ada masyarat atau wisatawan dalam radius bahaya; jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi, dan kebutuhan dasar harus siap digunakan; serta masyarat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan petugas. Pengunjung dilarang memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 16.56
BNPB Sebut Karhutla Mendominasi Bencana di Indonesia, Berikut Ini Daerahnya
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.10
Titik Api Menyebar di Kalimantan, IKN Bahas Sasaran Bom Air
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 13.00
Dokter Tifa: Dentuman Anak Krakatau Sudah Jadi Sorotan Dunia
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 12.42
Dentuman Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar Ratusan Kilometer, Ini Penjelasannya
Berita terkait
BNPB: Karhutla Hanguskan 396 Hektare Lahan di 7 Distrik di Nabire
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 18.28
BNPB Sebut 38.310 Hektare Lahan di Kalimantan Barat Terbakar
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.08
Karhutla Kalteng Makin Meluas, Lahan Terbakar Tembus 3.069 Hektare
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 11.31
Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG
Detik.com · 5 September 2026 pukul 12.15