Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pidato Prabowo: Bangun Confidence, Fundamental Ekonomi Kokoh, Investasi untuk Kesejahteraan

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan pasar dan pelaku usaha terhadap perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Ekonom INDEF Drajad Wibowo menyampaikan apresiasi atas pesan ini, namun mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya mengandalkan narasi negatif di media sosial, tetapi lebih memilih melihat data dan kinerja ekonomi yang sesungguhnya. Drajad mencontohkan sejumlah proyeksi pelemahan rupiah yang akhirnya tidak terbukti akurat, dan menekankan pentingnya pendekatan data-driven serta tidak emosional dalam menilai kondisi ekonomi nasional.

Sementara itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa lembaga pemeringkat global seperti S&P Global mempertahankan rating Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil, sementara Lianhe dari Tiongkok memberikan rating AAA dengan prospek stabil. Kedua penilaian ini menurutnya mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang masih kokoh dan layak untuk investasi di tengah gejolak geopolitik dunia. Namun, terdapat perbedaan klaim antar media: JawaPos menyebutkan rating S&P pada level BBB, sementara beberapa sumber lain tidak menyebutkan level spesifik rating tersebut.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen dan 5,45 persen pada semester I 2026, sementara realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp1.931 triliun dengan penciptaan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester pertama 2026, investasi mencapai sekitar Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Beberapa fraksi seperti PKB dan PSI mengapresiasi fokus pada kesejahteraan rakyat, namun PKB menekankan bahwa keberhasilan investasi harus diukur dari kualitas lapangan kerja, keterlibatan UMKM, dan transfer teknologi, bukan hanya dari nilai modal.

Menurut tiap media