Forum PBB Bahas Perlindungan 70 Juta Anak Indonesia di Era AI
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Di Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Meutya Hafid menyampaikan komitmen perlindungan 70 juta anak Indonesia dari risiko yang ditimbulkan kecerdasan buatan (AI). Ia menekankan bahwa generasi muda akan tumbuh dalam ekosistem digital yang dipengaruhi AI, sehingga perlunya keselamatan dan hak anak dijamin sejak dini. Forum tersebut, yang dipimpin oleh pemimpin dunia, membahas langkah-langkah konkret untuk mengurangi dampak negatif AI terhadap generasi muda.
Meutya menegaskan bahwa tanggung jawab perlindungan anak di era AI bukan hanya milik pemerintah atau perusahaan teknologi, tetapi juga platform digital, orang tua, sekolah, dan komunitas internasional. Indonesia terpilih dalam Global Coalition for Children's Rights and Protection in the Age of AI yang meluncurkan roadmap 2026-2027. Roadmap tersebut mencakup fokus pada keselamatan, privasi, akuntabilitas, standar pengujian, literasi AI, serta penanggulangan penyalahgunaan AI terkait kekerasan seksual anak dan deepfake.
Kedua sumber menyebutkan kontribusi Indonesia dalam memastikan hak anak masuk dalam pembahasan aturan global AI. Liputan6.com menyebut roadmap diluncurkan untuk tata kelola AI berpihak pada hak anak, sementara Warta Ekonomi menekankan fokus roadmap pada enam aspek: keselamatan, privasi, akuntabilitas, standar pengujian, literasi AI, dan penanggulangan penyalahgunaan AI. Kedua sumber setuju bahwa Indonesia berkontribusi dalam penguatan perlindungan hak anak di tingkat global.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Menkomdigi di Forum PBB: Keselamatan 70 Juta Anak Indonesia Jadi Prioritas di Era AI
24 September 2026 pukul 10.16 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Di PBB, Meutya Hafid Dorong Perlindungan 70 Juta Anak Indonesia di Era AI
24 September 2026 pukul 14.14 · Baca aslinya ↗