Gempa Flores, 53 Korban Jiwa dan Pemerintah Bangun 2 Rumah Sakit Lapangan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan 53 orang meninggal dunia, tersebar di tujuh kabupaten: Manggarai (25), Manggarai Timur (20), Sikka (4), Ende (2), Manggarai Barat (1), dan Nagekeo (1). Selain itu, 135 orang luka dirawat di fasilitas kesehatan, dengan distribusi di berbagai kabupaten. Gempa ini juga memicu 995 kali gempa susulan, dengan gempa signifikan terakhir sebesar 6,2 magnitudo.
Untuk menangani korban, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun dua rumah sakit lapangan di Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Reo. Pemerintah juga membentuk Posko Nasional di Halim Perdanakusuma, Posko Utama di Labuan Bajo, dan Posko Taktis di Maumere. Lima pesawat disiagakan di Labuan Bako dan lima lagi di Maumere untuk distribusi bantuan.
Hingga saat ini, tidak ada catatan korban hilang, namun Basarnas tetap menyiagakan personel untuk proses pencarian. Menurut BMKG, kondisi gempa diperkirakan baru lebih stabil dalam dua hingga tiga minggu. Pemerintah akan segera menembus Pulau Palu, Kabupaten Sikka, untuk menangani tambahan korban dan kebutuhan logistik.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Jumlah Korban Jiwa Akibat Gempa Flores Mencapai 53 Orang
16 Agustus 2026 pukul 18.02 · Baca aslinya ↗
kumparan
Pemerintah Bangun 2 Rumah Sakit Lapangan untuk Tangani Korban Gempa NTT
16 Agustus 2026 pukul 23.14 · Baca aslinya ↗