Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Bangun 2 Rumah Sakit Lapangan untuk Tangani Korban Gempa NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun dua rumah sakit lapangan untuk mempercepat penanganan korban gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan rumah sakit tersebut akan ditempatkan di Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Reo setelah peninjauan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Pembangunan ini menjadi salah satu langkah memperkuat penanganan medis di wilayah terdampak.

Gempa tersebut memicu 995 kali gempa susulan, dengan gempa signifikan terakhir 6,2 magnitudo. Dampak dirasakan di enam kabupaten di Pulau Flores yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Nagekeo. Data sementara mencatat 53 orang meninggal dunia, terdiri dari 25 orang di Manggarai, 20 di Manggarai Timur, 4 di Sikka, 2 di Ende, 1 di Manggarai Barat, dan 1 di Nagekeo. Pemerintah akan segera menembus Pulau Palu, Kabupaten Sikka, untuk menangani tambahan korban dan kebutuhan logistik.

BNPB telah membentuk Posko Nasional di Halim Perdanakusuma, Posko Utama di Labuan Bajo yang melayani empat kabupaten, serta Posko Taktis di Maumere yang melayani tiga kabupaten. Lima pesawat disiagakan di Labuan Bajo dan lima di Maumere untuk distribusi bantuan. Menurut BMKG, kondisi gempa diperkirakan baru lebih stabil dalam dua hingga tiga minggu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait