Google Uji Coba Chip AI di Luar Angkasa melalui Project Suncatcher
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Google akan meluncurkan satelit purwarupa Project Suncatcher untuk menguji ketahanan Tensor Processing Units (TPU) di lingkungan ekstrem luar angkasa, termasuk radiasi, suhu tinggi, dan getaran peluncuran. Satelit ini akan diluncurkan menggunakan layanan SpaceX. Detik.com menyebut satelit bernama MVP seukuran lemari es dengan daya satu kilowatt akan diluncurkan 1 Oktober 2026 via roket Falcon 9, sementara CNN Indonesia menyebut peluncuran dilakukan pekan depan bersama muatan Transporter-18.
Untuk mengatasi masalah panas di ruang hampa, Google menguji sistem pendingin berbasis radiator, pipa penghantar panas, serta material antarmuka termal lentur yang terhubung ke aluminium dan tembaga. Detik.com mencatat sistem ini hanya dapat beroperasi selama 15 menit sebelum harus didinginkan. Proyek yang diumumkan November 2025 ini masih tahap riset dan bukan untuk operasi komersial jangka pendek.
Google berencana meluncurkan dua satelit berikutnya pada 2027 untuk menguji koneksi laser berkecepatan tinggi. Detik.com menambahkan ambisi jangka panjang berupa peluncuran total 80 satelit dalam posisi rapat hingga pengembangan satelit seukuran lapangan sepak bola untuk mendukung operasi AI yang lebih kompleks.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit
25 September 2026 pukul 09.39 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Google Siap Uji Coba Pusat Data AI di Luar Angkasa
26 September 2026 pukul 06.30 · Baca aslinya ↗