Gus Roy Kritik PBNU Terima Konsesi Tambang di Rembug Warga NU
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
KH Roy Murtadho (Gus Roy), pengasuh Pondok Pesantren Ekologi dan Ketua Partai Hijau, mengkritik keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima konsesi tambang. Kritik disampaikan saat ia menjadi narasumber pada Rembug Warga NU Seri 5 bertema "Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, Keadilan Gender, dan Keberlanjutan Lingkungan" di Institut Pertanian Bogor (IPB). SINDOnews mencatat acara berlangsung pada 16 Agustus 2026, sedangkan JPNN.com menyebutkan tanggal 15 Agustus (Sabtu).
Gus Roy menilai keputusan PBNU di bawah kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan KH. Yahya Cholil Staquf (menurut SINDOnews) atau hanya KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum (menurut JPNN) bertentangan dengan narasi "Merawat Jagad, Membangun Peradaban". Ia mengungkapkan kekecewaan mendalam berdasarkan pengalamannya sebagai santri NU yang aktif dalam penelitian dan advokasi sosial-ekologis, serta menilai keputusan tersebut perlu dikritisi terbuka dan dewasa karena berdampak pada isu lingkungan dan keberlanjutan.
Berdasarkan pengalaman penelitian di Kalimantan, Gus Roy menyaksikan masyarakat terdampak pertambangan yang digusur, ruang hidup hancur, dan tidak mendapat perlindungan. Upaya menyampaikan keluhan warga ke pemerintah belum mendapat perhatian memadai, sehingga keputusan PBNU menerima konsesi tambang menambah kekecewaannya.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Gus Roy Kecewa Berat PBNU Terima Konsesi Tambang: Saya Sentimentil sebagai Santri NU
15 Agustus 2026 pukul 15.29 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Gus Roy Mengkritik Kebijakan PBNU Soal Konsesi Tambang, Simak
15 Agustus 2026 pukul 20.11 · Baca aslinya ↗