Harga Kedelai Naik, Pemerintah Pertimbangkan Subsidi untuk Perajin Tahu dan Tempe
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Harga kedelai naik dari Rp12.000/kg ke Rp13.200/kg, atau bahkan hingga Rp13.600-Rp13.700/kg untuk impor nasional, menurut data SP2KP Kemendag dan Bapanas. Kenaikan ini disebabkan oleh dinamika perdagangan global dan fluktuasi harga minyak dunia. Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pemerintah tengah mengkaji solusi, termasuk kemungkinan pemberian subsidi kedelai seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.
Kenaikan harga kedelai memberikan dampak signifikan pada perajin tahu dan tempe. Mereka tidak hanya ditambah beban kenaikan biaya bahan baku, tetapi juga menghadapi kenaikan biaya lain seperti BBM, plastik kemasan, dan ongkos angkut. Akibatnya, banyak perajin mengurangi ukuran produk, menurunkan volume produksi, atau bahkan terpaksa menghentikan operasional karena keuntungan yang semakin tipis.
Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, berkomitmen untuk membahas opsi subsidi guna meringankan beban perajin. Beberapa sumber menyebutkan harga kedelai impor nasional sudah melampaui Harga Ampenas Pokok (HAP) maksimal yang ditetapkan, yaitu Rp12.000/kg untuk perajin dan Rp11.500/kg untuk importir sesuai Peraturan Bapanas Nomor 12 Tahun 2024.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Mendag Ungkap Penyebab Harga Kedelai Mahal
6 Oktober 2026 pukul 11.52 · Baca aslinya ↗
kumparan
Harga Kedelai Naik, Pemerintah Siapkan Opsi Subsidi untuk Perajin Tempe
6 Oktober 2026 pukul 14.21 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Harga Kedelai Tembus Rp13.200 per Kg, Pemerintah Buka Opsi Subsidi
6 Oktober 2026 pukul 14.45 · Baca aslinya ↗