Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Dunia Melonjak 7% dalam Sepekan Akibat Konflik AS-Iran

Harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir seiring eskalasi pertukaran serangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Liputan6.com melaporkan kenaikan lebih dari 7% dalam satu pekan, dengan harga Brent mencapai US$96,28 per barel dan WTI US$91,48 per barel. Sementara itu, SINDOnews mencatat kenaikan harian yang lebih moderat pada Jumat, di mana Brent ditutup naik 0,8% menjadi USD92,68 per barel dan WTI naik 0,20% menjadi USD91,48 per barel. Perbedaan signifikan terlihat pada level maksimum yang dicapai Brent, di mana Liputan6 melaporkan angka lebih tinggi dibandingkan penutupan harian yang dilaporkan SINDOnews.

Kenaikan harga minyak ini memicu lonjangan harga bahan bakar, termasuk solar yang mencapai rekor tertinggi sebesar USD5,85 per galon di Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan SINDOnews. Lonjangan ini menambah tekanan inflasi dan meningkatkan biaya pinjaman pemerintah, sekaligus memperkuat khawatir akan kemungkinan kakap ekonomi global. Liputan6 menambahkan bahwa konflik ini memicu premi risiko tinggi, meskipun belum ada indikasi gangguan signifikan terhadap ekspor minyak di wilayah Timur Tengah.

Data awal juga menunjukkan penurunan drastis dalam trafik kapal di Selat Hormus, sesuai laporan Liputan6, yang merupakan jalur kritis untuk transportasi minyak global. SINDOnews tidak menyebutkan data trafik ini, tetapi menekankan dampak inflasi dan pertumbuhan ekonomi global akibat lonjangan harga bahan bakar. Kedua sumber sepakat bahwa tekanan inflasi dan risiko bagi pertumbuhan ekonomi menjadi kekhawatiran utama.

Menurut tiap media