Harga Minyak Naik 7% dalam Sepekan Imbas Perang AS-Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
Harga minyak dunia naik lebih dari 7% dalam satu pekan setelah AS dan Iran kembali terlibat pertukaran serangan militer. Brent mencapai US$96,28 per barel, WTI US$91,48 per barel. Lonjangan harga bahan bakar menambah tekanan inflasi dan biaya pinjaman pemerintah, serta memperkuat khawatir hard landing perekonomian global. Konflik memicu premi risiko tinggi, meski belum ada indikasi gangguan signifikan terhadap ekspor minyak Timur Tengah. Data awal menunjukkan trafik di Selat Hormus menurun drastis dari rata-rata.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Dunia Mendidih dalam Sepekan, Solar Tembus Rekor Tertinggi
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Dunia Menyala ke US$95,67 per Barel Hari Ini
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.18
Destry Damayanti Bicara Arah Kebijakan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global
Berita terkait
Purbaya Bongkar Cara APBN Tahan Harga BBM saat Minyak Melonjak
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 19.00
Rupiah Hari Ini Kembali Loyo ke 17.774 Imbas Harga Minyak
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.45
Rupiah Melemah ke 17.744 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 19.00
IMF Puji Ketahanan Ekonomi Global Atasi Guncangan Energi Iran
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 22.00