Harga Minyak Dunia Naik dan Turun, Konflik Timur Tengah dan Pasokan Arab Saudi Jadi Faktor Penggerak
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Harga minyak dunia mengalami fluktuasi kuat pada perdagangan Selasa (15/9), dengan perbedaan laporan antarmedia. Detik.com melaporkan kenaikan signifikan, dengan Brent naik 2,9% ke US$ 108,75 dan WTI naik 4,4% ke US$ 105,83 per barel, didorong oleh pembatalan ekspor Arab Saudi ke Eropa akibat penutupan pipa Timur-Barat dan serangan drone. Laporan ini juga menyebutkan tekanan dari protes di Libya, serangan Houthi di Yaman, dan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, yang secara keseluruhan mendorong kenaikan harga lebih dari 20% dalam sebulan terakhir.
Sementara itu, JawaPos melaporkan penurunan harga, dengan Brent turun 0,60% ke USD 104,95 dan WTI turun 0,93% ke USD 101,46 per barel. Penurunan ini dikaitkan dengan penambahan pasokan minyak Arab Saudi ke pasar Asia melalui transfer antar kapal di pelabuangan Sohar, Oman, yang meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan distribusi global. JawaPos juga menyebutkan tekanan dari data penurunan persediaan minyak AS yang lebih kecil dari perkiraan.
Perbedaan ini mencerminkan ketidakpastian pasar terkait pasokan dan geopolitik. Detik.com menekankan dampak konflik keamanan, sementara JawaPos menyoroti peran penambahan pasokan Arab Saudi. Menteri Energi AS Chris Wright, sebagaimana dikutip Detik.com, memperkirakan gangguan pipa Arab Saudi bersifat sementara.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Harga Minyak Makin Panas, Kini Tembus US$ 108 per Barel
16 September 2026 pukul 07.55 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Pasokan Minyak Arab Saudi Bertambah, Harga Minyak Dunia Menurun
17 September 2026 pukul 08.00 · Baca aslinya ↗