Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Naik kuat, Pasokan Melalui Selat Hormuz Pulih

Harga minyak dunia naik kuat pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, setelah Washington memastikan tidak sedang melakukan negosiasi dengan Iran. Kontrak minyak Brent naik 2,2% ke US$ 89,79 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,7% ke US$ 83,66 per barel. Kenaikan ini terjadi meski laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan peningkatan inventaris minyak mentah, termasuk stok di Cushing, Oklahoma. Pasar menilai kemajuan diplomasi yang terbatas di Timur Tengah sebagai faktor dukung harga. Gedung Putih menyatakan tidak ada negosiasi aktif dengan Iran, meski semua opsi tetap terbuka. Perdana Menteri Qatar berupaya menggelar kembali dialog damai antara AS-Israel dan Iran, sementara lalu lintas melalui Selat Hormuz masih terbatas.

Laporan Goldman Sachs mengungkapkan bahwa aliran minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz telah pulih hingga 66% dari tingkat sebelum perang. Volume ekspor kini mencapai 15-16 juta barel per hari, naik signifikan dari titik terendah 5-6 juta barel per hari pada Maret 2026. Pemulihan ini berhasil menahan lonjatan harga minyak global yang sebelumnya mencapai di atas USD120 per barel pada April 2026, kini merosot ke kisaran USD89 per barel. Meskipun volume masih 7-8 juta barel di bawah tingkat normal, lonjakan signifikan dari titik terendah menunjukkan pemulihan pasokan yang berkelanjutan. Analisis dilakukan oleh tim Goldman Sachs yang dipimpin Daan Struyven dan Yulia Zhestkova Grigsby.

Analis menyoroti risiko kembali membesarnya premi ketidakpastian akibat optimisme dini yang tidak terbukti. Pada Senin, AS mengumumkan sanksi ekonomi ketat baru terhadap Iran, yang dianggap tidak efektif oleh pihak Iran.

Menurut tiap media