Harga Minyak Hari Ini Melejit 2%, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
Harga minyak dunia naik kuat pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, setelah Washington memastikan tidak sedang melakukan negosiasi dengan Iran. Kontrak minyak Brent naik 2,2% ke US$ 89,79 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,7% ke US$ 83,66 per barel. Kenaikan ini terjadi meski laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan peningkatan inventaris minyak mentah, termasuk stok di Cushing, Oklahoma. Pasar menilai kemajuan diplomasi yang terbatas di Timur Tengah sebagai faktor dukung harga. Gedung Putih menyatakan tidak ada negosiasi aktif dengan Iran, meski semua opsi tetap terbuka. Perdana Menteri Qatar berupaya menggelar kembali dialog damai antara AS-Israel dan Iran, sementara lalu lintas melalui Selat Hormuz masih terbatas. Pada Senin, AS mengumumkan sanksi ekonomi ketat baru terhadap Iran, yang dianggap tidak efektif oleh pihak Iran. Analis menyoroti risiko kembali membesarnya premi ketidakpastian akibat optimisme dini yang tidak terbukti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 10.14
Harga Minyak Turun 4 Hari Beruntun, Pasar Tunggu Hasil Diplomasi Iran
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 08.15
Harga Minyak Dunia Melemah, Pasar Cermati Potensi Pembukaan Selat Hormuz
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 08.45
Harga Minyak Dunia Melemah Pagi Ini, Harapan Kesepakatan AS-Iran Meredup
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 08.15
Iran Tetap Ekspor Minyak Meski AS Melakukan Blokade Laut
Berita terkait
Harga Minyak Turun USD 2, Investor Ambil Untung di Tengah Sanksi Iran
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 07.22
Harga Minyak Dunia Mendaki ke US$91,87 saat Pasar Cermati Arah Perang
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$91 usai Harapan Damai AS-Iran Redup
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.33
Negara Arab Nekat Jalankan Kapal Hantu Tanpa Sinyal, Harga Minyak Batal Tembus USD150/Barel
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 08.53