Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Properti Naik Tipis, Penjualan Masih Terkontraksi di Kuartal II 2026

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal II 2026 naik 0,69% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dari 0,62% pada kuartal I 2026. Dari 18 kota yang disurvei, 10 kota mengalami peningkatan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR), 7 kota penurunan, dan 1 kota stabil. Banjarmasin mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 1,29%, sementara Pekanbaru membaik dari kontraksi menjadi 3,23%. Sebaliknya, harga rumah di Padang dan Balikpapan melambat ke 0,63% dan 1,19%. Bank Indonesia menilai kenaikan harga rumah masih moderat.

Dari sisi penjualan, pasar mulai membaik meski masih terkontraksi. Penjualan properti residensial di pasar primer turun 2,36% secara tahunan, jauh lebih kecil dibandingkan kontraksi 25,67% pada kuartal sebelumnya. Perbaikan didorong oleh meningkatnya penjualan rumah tipe kecil dan besar, sementara tipe menengah masih terbatas. Pembiayaan pengembangan properti masih didominasi modal sendiri pengembang sebesar 73,28%, sedangkan pembelian rumah konsumen sebagian besar melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan porsi 70,05%.

Pasar kondominium Jakarta tumbuh selektif pada paruh pertama 2026. Pasokan hingga semester I/2026 mencapai 249.107 unit, dengan tingkat penjualan kumulatif 96,3%. Segmen middle, upper-middle, dan high-end menjadi penyumbang terbesar penjualan, masing-masing 39%, 25%, dan 21%. Seluruh stok baru yang masuk tahun ini berasal dari segmen premium. Knight Frank Indonesia menyebut ketahanan penjualan segmen high-end menjadi penopang utama pasar kondominium di tengah pemulihan ekonomi yang belum merata.

Menurut tiap media