Hujan Jakarta: Pemprov klaim OMC, BMKG bantah dengan faktor meteorologi alami
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Hujan yang turun di Jakarta pada Rabu 19 Agustus 2024 menjadi sorotan setelah beberapa media melaporkannya dengan penjelasan berbeda. Menurut Warta Ekonomi dan JPNN, hujan tersebut merupakan hasil operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah aktif melakukan penyemaian awan ketika kondisi memungkinkan, bahkan menyebutkan dua kali hujan dengan jeda sekitar 30 menit sebagai bukti dari upaya modifikasi cuaca.
Namun, BMKG memberikan penjelasan berbeda. Dalam laporan CNN Indonesia, BMKG menyatakan bahwa hujan di Jakarta disebabkan oleh pertemuan massa udara basah dari Samudra Hindia dan Pasifik, bukan hasil OMC. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengaku tidak ada operasi modifikasi cuaca yang berhasil menghasilkan hujan. BMKG juga memprediksi kekeringan akan berlanjut hingga pertengahan Oktober di banyak wilayah Indonesia.
Sementara itu, CNN Indonesia melaporkan bahwa Pramono memerintahkan operasi modifikasi cuaca pada Jumat 21 Agustus berdasarkan prakiraan ada awan. Pramono mengakui bahwa OMC tidak bisa dilakukan tanpa awan dan tidak ada jaminan hujan akan turun, namun tetap dilanjutkan untuk mendukung hujan gerimis tanpa menyebabkan banjir.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Hujan Mendadak Guyur Jakarta, Pramono: Berkali-kali Saya Sampaikan...
20 Agustus 2026 pukul 06.05 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Oh Ternyata Hujan di Jakarta Adalah Modifikasi Cuaca
20 Agustus 2026 pukul 06.23 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca Jakarta Jumat: Besok Ada Awan
20 Agustus 2026 pukul 13.32 · Baca aslinya ↗
BMKG: Hujan di Jakarta Kemarin Bukan karena Modifikasi Cuaca
20 Agustus 2026 pukul 18.07 · Baca aslinya ↗