Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Sejumlah Lokasi di Suriah

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan penemuan beberapa ton material nuklir di sejumlah lokasi di Suriah, termasuk di Deir al-Zor dan lokasi lain yang baru-baru ini diidentifikasi. Pengumuman disampaikan Kepala IAEA Rafael Mariano Grossi dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani di Damaskus pada 19 Agustus. VOI melaporkan Suriah secara sukarela melaporkan temuan ini kepada IAEA, sementara Detik.com menyebut dilaporkan oleh pemerintah baru Suriah bulan lalu. Grossi menilai material dalam jumlah besar ini berpotensi disalahgunakan dan akan didata serta ditempatkan di bawah sistem pengawasan internasional.

Di bawah mantan Presiden Bashar al-Assad, Suriah diduga menjalankan program nuklir yang tidak dideklarasikan, termasuk reaktor yang dibangun Korea Utara di Deir al-Zor. Fasilitas ini dihancurkan Israel melalui serangan udara pada 2007, kemudian diratakan oleh rezim Assad tanpa memberikan tanggapan menyeluruh kepada IAEA. Inspektur IAEA mengambil sampel di tiga lokasi pada 2024, sebelum rezim Assad digulingkan pada Desember tahun itu, dan menemukan jejak uranium di salah satu lokasi pada 2025.

Kini, di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa, Suriah berjanji memberikan akses penuh bagi inspektur IAEA. Al-Shaibani menegaskan komitmen Suriah terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir dan menyatakan material tersebut tidak berbahaya serta akan tetap berada dalam penguasaan Suriah untuk tujuan sipil dan damai. VOI menyebutkan Grossi mengunjungi lokasi-lokasi tersebut pada 17-18 Agustus, sementara Detik.com menambahkan bahwa Suriah menyatakan niat mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai.

Menurut tiap media