PBB Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Peninggalan Assad?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan penemuan beberapa ton material nuklir di sejumlah lokasi di Suriah. Temuan ini dilaporkan oleh pemerintah baru Suriah kepada IAEA bulan lalu, sejalan dengan komitmen mereka untuk bekerja sama dengan badan pengawas PBB tersebut. Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi menyatakan bahwa material nuklir dalam jumlah besar ini berpotensi disalahgunakan dan akan didata serta dimasukkan ke dalam sistem pengamanan internasional.
Di bawah mantan Presiden Bashar al-Assad, Suriah diduga menjalankan program nuklir ekstensif yang tidak dideklarasikan secara resmi, termasuk pembangunan reaktor nuklir oleh Korea Utara di Provinsi Deir al-Zor. Lokasi tersebut baru diketahui publik setelah serangan udara Israel pada 2007 yang menghancurkan fasilitas tersebut. Rezim Assad kemudian meratakan lokasi itu dan tidak pernah memberikan tanggapan menyeluruh terhadap pertanyaan IAEA.
Pada tahun 2024, sebelum rezim Assad digulingkan pada Desember tahun itu, para pemeriksa IAEA mengambil sampel di tiga lokasi di Suriah. Tahun 2025, IAEA menemukan jejak uranium di salah satu lokasi tersebut. Kini, di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa, Suriah berjanji memberikan akses penuh bagi pemeriksa IAEA dan menyatakan niat mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 12.00
Menlu al-Shaibani Tegaskan Komitmen Suriah Terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 11.00
IAEA Temukan Material Nuklir di Suriah
Berita terkait
IAEA Bakal Angkut Material Nuklir dari 'Situs 99' Suriah, Ada Peran AS dan Israel
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 12.57
Berton-ton Material Nuklir Ditemukan di Suriah, Disebut Warisan Era Assad
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 00.31
Bikin Bangga, Siswa Indonesia Raih 3 Medali di Olimpiade Sains Nuklir Internasional
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 08.22
Kedutaan Iran Respons soal Isu Punya Nuklir, Beri Pernyataan Ini
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 22.00