Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Mengalami Fluktuasi Kuat dari 30 September hingga 2 Oktober 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan fluktuatif selama periode 30 September hingga 2 Oktober 2026. Pada Rabu (30/9), IHSG menguat 1,04% ke level 6.185,37, didorong sektor utilities, material dasar, dan energi. Namun, pada Kamis (1/10), IHSG melemah 0,83% ke level 6.020,70 pada sesi I, dan ditutup anjlok 1,02% ke level 6.009,50. Pada Jumat (2/10), IHSG sempat melemah ke level 5.991,53 sebelum akhirnya ditutup menguat 0,46% ke level 6.036.

Beberapa media melaporkan angka yang berbeda mengenai koreksi IHSG. CNBC Indonesia melaporkan koreksi hingga 5.850-5.911, sementara kumparan memprediksi rentang penurunan 5.851-5.647. Detik.com mencatatkan IHSG melemah 0,30% ke level 5.991,53, sementara CNBC Indonesia lain kali melaporkan IHSG anjlok 0,34% ke level 5.989,02 pada sesi I Jumat.

Faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG antara lain sentimen global seperti penurunan harga minyak Brent dan WTI, data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi AS, pernyataan The Fed, serta perkembangan geopolitik. Di dalam negeri, reshuffle kabinet menjadi sumber ketidakpastian bagi investor. Beberapa analis seperti MNC Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi saham yang berbeda, dengan MNC Sekuritas menyarankan BBCA, ICBP, MBMA, dan UNTR, sementara Mirae Asset merekomendasikan BRIS, BULL, dan TINS.

Menurut tiap media