Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Dibuka Menguat Lalu Ditekan Minyak, Tutup Melemah ke 6.678

IHSG dibuka menguat 0,22% ke level 6.700,84 pada perdagangan Rabu (9/9/2026), namun tiga menit setelah pembukaan berbalik ke zona merah dengan level tertinggi sementara 6.707,30 dan terendah 6.680,54. Sebanyak 299 saham menguat, 60 saham melemah, dan 303 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 305,71 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 200,14 miliar. Sentimen pasar dipengaruhi oleh data ekonomi positif dari Asia, termasuk revisi peningkatan pertumbuhan ekonomi Jepang dan perluasan surplus perdagangan China, namun ketegangan perang Iran dan sanksi perdagangan Kanada terhadap AS juga memberi dampak. Di pasar Asia, Nikkei 225 melemah 0,23%, Topix turun 0,35%, Kospi naik 0,36%, Kosdaq menguat 0,47%, dan S&P/ASX 200 Australia menguat tipis. Lonjakan harga minyak mentah memberi tekanan pada Wall Street, dengan Dow Jones anjlok 1,2%, S&P 500 turun 0,6%, dan Nasdaq melemah 0,3%.

IHSG ditutup melemah 8,24 poin (0,12%) ke level 6.678,20. Penurunan ini dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. CNBC Indonesia melaporkan harga minyak Brent mencapai puncak US$99 per barel dan WTI US$94 per barel, sementara Media Indonesia melaporkan Brent menembus US$100 per barel dan WTI mencapai US$95 per barel. Kedua laporan setuju bahwa lonjakan harga minyak ini memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga global.

Sentimen pasar juga dipengaruhi antisipasi kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB) serta penantian data penjualan ritel domestik periode Juli 2026. Meski demikian, pelemahan IHSG tertahan oleh optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi tetap solid pada kuartal III dan IV. Sektor transportasi & logistik mencatat penguatan tertinggi (2,19%), sementara sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam (1,47%).

Menurut tiap media