IHSG Fluktuasi, Turun 0,83% ke 6.071 Lalu Pulih ke 6.081
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
IHSG mengalami fluktuasi kuat dalam dua sesi perdagangan. Pada Rabu (30/9/2026), IHSG turun 0,83% atau 50,56 poin ke level 6.071,14 dengan spread 116 poin, tertinggi 6.187 dan terendah 6.071. Volume perdagangan mencapai 30,11 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,01 triliun. Penyebab kelemahan adalah penurunan sektor konsumen primer 2,34% dan teknologi 0,95%, sementara energi naik 0,75%. Saham paling berdampak melonjakkan IHSG adalah GOTO, TLKM, dan BBCA. Harga minyak dunia melemah dengan Brent US$102,59 dan WTI US$89,38. Sentimen pasar dipengaruhi oleh sikap hawkish Fed, data inflasi PCE, dan pertumbuhan ekonomi AS. Pemerintah dan BI terus memantau rupiah, sementara BEI telah mengaktifkan short selling sejak 15 September 2026.
Pada Kamis (1/10/2026), IHSG berbalik menguat dan naik 0,16% ke level 6.081,09 dari posisi sebelumnya. Indeks dibuka melemah di 6.062,89, kemudian pulih hingga 6.085,17 sebelum stabil di kisaran 6.081. Volume transaksi mencapai 47,47 juta lot dengan nilai Rp545,4 miliar. Sentimen global dipengaruhi oleh data ekonomi AS, termasuk revisi PDB Q2-2026 menjadi 2,2% dan inflasi PCE Agustus naik 3,4% tahunan. Di dalam negeri, inflasi Indonesia diperkirakan 3,3% pada September 2026, surplus neraca perdagangan melebar ke US$0,6 miliar, dan PMI manufaktur diproyeksikan naik ke 50,3. Phintraco memprediksi IHSG akan konsolidasi dalam rentang 6.000-6.200.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
IHSG Tiba-Tiba Ambruk 0,83% ke Level 6.071, Ada Apa?
30 September 2026 pukul 16.26 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
IHSG Berbalik ke Zona Hijau, Naik ke Level 6.081
1 Oktober 2026 pukul 09.17 · Baca aslinya ↗