IHSG Konsolidasi Pasca Penurunan 0,21% dengan Tekanan Kebijakan dan Sentimen Global
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
IHSG turun 0,21% atau 12,86 poin menjadi 6.135 pada sesi I, Selasa 29 September 2026. Penurunan terjadi setelah BEI turunkan harga minimum saham dari Rp50 ke Rp1 serta penyesuaian batas auto rejection. Volume perdagangan mencapai 231 juta lot dengan nilai Rp7,34 triliun, meliputi 451 saham melemah, 262 tak bergerak, dan 250 menguat.
Sentimen pasar diproyeksikan konsolidasi bergerak di kisaran 6.050-6.200 pada Rabu (30/9/2026). Tekanan eksternal meliputi kebijakan moneter global ketat, dolar AS kuat, serta indikator ekonomi buruk seperti yield US Treasury mencapai 5,235% dan turunnya lowongan pekerjaan AS Agustus 2026 menjadi 7,08 juta. Di dalam negeri, RUU APBN 2027 ditetapkan dengan defisit 2,4% PDB.
Komoditas meredha: harga minyak Brent turun 2,6% ke US$102/barel, sedangkan emas naik 1,1% ke US$4.157/oz. Phintraco memprediksi volatilitas bisa meningkat dan menyatakan ANTM, BBRI, BMRI, EXCL, TINS, MDKA sebagai top picks. Rupiah melemah terhadap dolar AS.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Akhir Sesi I, IHSG Turun 0,21%
29 September 2026 pukul 12.14 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
IHSG Diprediksi Konsolidasi, Bergerak di Kisaran 6.050-6.200
30 September 2026 pukul 08.16 · Baca aslinya ↗