Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Anjlok Lebih dari 1% Akibat Tekanan Eksternal dan Aksi Jual Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan lebih dari 1% pada perdagangan Kamis dan Jumat (10-11/9/2026). CNBC Indonesia melaporkan IHSG turun 1% atau 66,50 poin ke 6.611,70, sementara kumparan mencatat penurunan 1,33% atau 88,86 poin ke level 6.589,34. Warta Ekonomi menunjukkan kelanjutan tekanan pada Jumat dengan pembukaan di 6.552,79 dan merosot ke 6.506.

Tekanan pasar berasal dari beberapa faktor eksternal. Lonjakan harga minyak Brent ke US$101/barel akibat konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi global. Warta Ekonomi menambahkan harga minyak mentah naik hingga 6%, imbal hasil US Treasury 10 tahun naik ke 4,954%, dan inflasi AS ditunjukkan oleh pertumbuhan PPI 5,4% YoY. Di Eropa, ECB menaikkan suku bunga 25 basis poin.

Aksi jual asing mendominasi pasar dengan net sell Rp1,31 triliun, terutama di sektor perbankan. CNBC mencatat 495 saham melemah dan hanya 172 menguat, dengan tekanan pada saham besar seperti BBCA (-1,15%), BBRI (-2,92%), BYAN (-3,99%), dan AMMN (-1,83%). Kumparan menyebutkan kombinasi sentimen eksternal dan profit taking pada saham besar sebagai penyebab utama. Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menargetkan level MA20 di 6.525, dengan dukungan di 6.400-6.460 jika level tersebut tembus.

Menurut tiap media