Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Melemah, AMMN Keuntungankan, BYAN Dapat Kuota Batu Bara Tambahan

Bursa saham Indonesia ditutup melemah pada Senin (21/9), dengan IHSG turun 0,88% ke 6.384,73. Tekanan dipengaruhi oleh profit taking pada saham BYAN yang sebelumnya melonjak 19,96%, serta net sell asing mencapai Rp510,07 miliar (Detik) atau Rp503,12 miliar (CNBC). Delapan dari 11 sektor melemah, dengan Infrastruktur turun paling dalam 1,38% (Detik) atau sektor Transportasi yang menjadi satu-satunya sektor yang menguat 0,55% (CNBC). Di pasar saham AS, Dow Jones naik 0,71% dan Nasdaq menguat 2,26%, sementara CNBC melaporkan S&P 500 juga naik 1,49%.

AMMN mencatat transformasi signifikan pada semester I-2026, beralih dari rugi US$148,72 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi laba bersih US$497,93 juta. Pertumbuhan didorong oleh penjualan bersih yang naik 1.024,02% (Detik) atau 1.024% (CNBC) menjadi US$2,05 miliar, akibat peningkatan volume produksi, kadar bijih Fase 8 yang membaik, dan kenaikan harga komoditas. Perseroan juga menaikkan target produksi emas dalam konsentrat 2026 hingga 775 koz (dari 579 koz), didukung oleh perolehan Project Acceptance Certificate (PAC) smelternya pada 24 Juli 2026.

BYAN mendapat persetujuan Kementerian ESDM untuk perubahan RKAB, memberikan tambahan kuota produksi batu bara sekitar 15-20 juta ton. Persetujuan ini penting mengingat proyeksi Moody's sebelumnya memperkirakan produksi BYAN hanya 39 juta ton pada 2026 tanpa perubahan kuota, jauh di bawah produksi 2025 yang mencapai 68 juta ton. Sementara itu, rencana akuisisi 30% saham BYAN oleh PT Jhonlin Baratama mas masih menunggu persetujuan Kementerian ESDM sesuai UU No. 3/2020 dan PP No. 96/2021. Di sisi lain, IFII menetapkan dividen interim Rp5 per saham atau yield 2,36%.

Menurut tiap media