Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Melonjak 1,26% ke 6.482,57; Proyeksi Kuartal III 2026 Target 6.500-7.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,26% ke level 6.482,57 dalam sesi perdagangan pertama Selasa (18/8/2026), didorong sektor energi yang naik 7,55% dan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang melonjak 20% karena rumor akuisisi 62% saham oleh Jhonlin Group milik Haji Isam. BYAN menjadi kontributor terbesar bagi indeks, sekitar 51,45 poin, diikuti kontribusi terbatas dari saham seperti Bank Mandiri dan BCA. Sebaliknya, saham Maha Properti dan Mora Telematika membebani indeks.

Di tingkat domestik, investor mencermati keputusan Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%, setelah kenaikan agresif sebelumnya. Data Statistik Utang Luar Negeri menunjukkan posisi utang Indonesia mencapai US$444,40 miliar, tertinggi sejak 2007. Rencana RAPBN 2027 dengan defisit anggaran 2,4% terhadap PDB dan dampak gempa NTT yang menelan 68 korban jiwa juga menjadi faktor perhatian.

Rully Arya Wisnubroto dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG mencapai level 6.500-7.000 pada kuartal III 2026, didasarkan pada potensi masuknya dana asing, meskipun inflow belum signifikan terutama dari MSCI dan FTSE. Pada perdagangan Selasa (18/8), IHSG dibuka naik 46,94 poin atau 0,73% ke level 6.448,83, dilengkapi kenaikan Indeks LQ45 sebesar 2,83 poin atau 0,45% menjadi 635,11. Penguatan terus dari perdagangan Jumat (14/8) yang naik 1,59% terinspirasi pidato Presiden Prabowo Subianto dan target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 serta investasi Rp2.322 triliun. Sentimen eksternal campuran, dengan pertumbuhan ekonomi Jepang dan China melambat di bawah ekspektasi, sementara investor global menunggu risalah rapat The Fed untuk petunjuk kebijakan suku bunga.

Menurut tiap media