Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Imbal Hasil Surat Utang AS Tinggi, Saham Dividen Juga Menarik

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun mencapai 5,48% pada September 2026, level tertinggi sejak 2004 akibat inflasi dan belanja pemerintah. Meski demikian, obligasi Indonesia tetap menarik bagi investor karena menawarkan yield kompetitif di kisaran 6% hingga 7%, lebih tinggi dibandingkan obligasi AS (5,29%) dan Jepang (3,08%). Kondisi ini memicu potensi 'flight to yield', di mana investor mencari imbal hasil lebih tinggi di pasar negara berkembang.

Para ahli menyarankan investor menyesuaikan alokasi obligasi berdasarkan profil risiko: konservatif (30%-70%), moderat (50%-60%), dan agresif (20%-30%). Investor diingatkan menggunakan 'uang dingin', memperhatikan peringkat kredit, serta memantau kebijakan The Fed yang memengaruhi aliran dana global. Strategi pembelian bertahap dan pemilihan tenor yang sesuai kebutuhan sangat dianjurkan untuk mengelola risiko volatilitas pasar.

Di sisi lain, saham dengan dividen yield tinggi juga menarik minat investor yang mengincar pendapatan pasif. Berdasarkan data perdagangan, terdapat 10 emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun yang mencatatkan yield sekitar 10% atau lebih. Posisi teratas ditempati oleh PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) dengan yield 18,6%, diikuhi oleh PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan yield 16,3%.

Menurut tiap media