Imbal Hasil Surat Utang AS Tinggi, Surat Utang RI Masih Menarik?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun mencapai 5,48% pada September 2026, level tertinggi sejak 2004 akibat inflasi dan belanja pemerintah. Meski demikian, obligasi Indonesia tetap menarik bagi investor karena menawarkan yield kompetitif di kisaran 6% hingga 7%, lebih tinggi dibandingkan obligasi AS (5,29%) dan Jepang (3,08%). Kondisi ini memicu potensi 'flight to yield', di mana investor mencari imbal hasil lebih tinggi di pasar negara berkembang.
Para ahli menyarankan investor menyesuaikan alokasi obligasi berdasarkan profil risiko: konservatif (30%-70%), moderat (50%-60%), dan agresif (20%-30%). Investor diingatkan menggunakan 'uang dingin', memperhatikan peringkat kredit, serta memantau kebijakan The Fed yang memengaruhi aliran dana global. Strategi pembelian bertahap dan pemilihan tenor yang sesuai kebutuhan sangat dianjurkan untuk mengelola risiko volatilitas pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.27
5 Perusahaan Antre IPO, Target Raup Rp 2 Triliun
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 07.45
BCA: Ekonomi sulit diprediksi dorong nasabah proteksi kekayaan
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.47
BEI Resmi Buka Transaksi Intraday Short Selling, Syarat Setoran Minimum Rp50 Juta
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.13
Peminat Membeludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Capai Rp2,9 Triliun
Berita terkait
Pelaku Pasar Masih Optimis IHSG Bisa Rebound, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.07
IHSG Turun 1%, Dekati Level 6.000
Detik.com · 29 September 2026 pukul 09.19
Investor Pasar Modal Capai Angka 31,8 Juta, BEI dan OJK Perkuat Transparansi
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.01
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,27% ke Level 6.315
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 09.03