Indonesia Bantah Tudingan Transhipment Barang China oleh AS
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, membantah tudingan bahwa Indonesia melakukan praktik transhipment produk China untuk diekspor ke Amerika Serikat. Dalam respons terhadap studi oleh otoritas AS, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara berbasis industri yang tidak terlibat transhipment. Kedua media melaporkan bahwa Airlangga menjelaskan Indonesia tidak termasuk negara dengan spesialisasi sebagai pusat pelabuhan dan transit perdagangan.
Berbeda dari laporan Detik.com yang menyebut judul 'The Great Transhipment Scam' dan mengklasifikasikan Indonesia ke Tier 2 bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam, Liputan6.com menyebut judul 'Shadow Transshipment Network' dan tidak menyebutkan tier tertentu. Detik.com melaporkan 40 negara termasuk Indonesia masuk jaringan transhipment bayangan dengan kerugian bea masuk US$ 40-303 miliar, sementara Liputan6.com lebih menekankan detail industri di Batam dan Bekasi yang menggunakan bahan baku lokal seperti Candra Asri dan Lotte Chemicals. Airlangga dalam komentar Liputan6.com menyatakan bahwa produk plastiknya lebih digunakan domestik atau diekspor ke negara sekitar, bukan ke AS.
Kedua media sekaligus melaporkan bahwa Airlangga menyatakan studi AS bersifat asumsi dan tidak mencerminkan realitas eksekusi Indonesia.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Airlangga Tepis AS soal RI Bantu China Hindari Tarif Lewat Transhipment
20 Agustus 2026 pukul 14.49 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Airlangga Bantah Tudingan Praktik Transhipment Buat Kirim Barang China
20 Agustus 2026 pukul 18.56 · Baca aslinya ↗