Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Airlangga Tepis AS soal RI Bantu China Hindari Tarif Lewat Transhipment

Pemerintah Indonesia membantah tudingan AS soal pembantuannya terhadap China menghindari tarif impor melalui praktik transhipment. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia tidak terlibat transhipment karena perekonomi Indonesia didasarkan pada industri, bukan pelabuhan. Menurutnya, ada negara-negara yang memiliki spesialisasi sebagai pusat pelabuhan dan transit perdagangan, namun Indonesia tidak termasuk kategori tersebut.

Laporan Gedung Putih AS yang berjudul "The Great Transhipment Scam" menyeatakan bahwa 40 negara termasuk Indonesia masuk ke dalam jaringan transhipment bayangan. Praktik ini melibatkan pengiriman barang dari China melalui negara ketiga dengan tarif lebih rendah untuk menyamar sebagai produk asli negara ketiga dan menghindari tarif AS.

Dalam laporan tersebut, Indonesia dikelompokkan ke Tier 2 bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam sebagai negara dengan integrasi ekonomi signifikan dengan China. Singapura masuk ke Tier 3 bersama Kamboja, Laos, Myanmar, dan Filipina. Tier 1 meliputi Kanada, Uni Eropa, India, Israel, Jepang, dan Taiwan. AS memperkirakan kerugian penerimaan bea masuk akibat praktik ini mencapai US$ 40-303 miliar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait