Airlangga Tepis AS soal RI Bantu China Hindari Tarif Lewat Transhipment
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia membantah tudingan AS soal pembantuannya terhadap China menghindari tarif impor melalui praktik transhipment. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia tidak terlibat transhipment karena perekonomi Indonesia didasarkan pada industri, bukan pelabuhan. Menurutnya, ada negara-negara yang memiliki spesialisasi sebagai pusat pelabuhan dan transit perdagangan, namun Indonesia tidak termasuk kategori tersebut.
Laporan Gedung Putih AS yang berjudul "The Great Transhipment Scam" menyeatakan bahwa 40 negara termasuk Indonesia masuk ke dalam jaringan transhipment bayangan. Praktik ini melibatkan pengiriman barang dari China melalui negara ketiga dengan tarif lebih rendah untuk menyamar sebagai produk asli negara ketiga dan menghindari tarif AS.
Dalam laporan tersebut, Indonesia dikelompokkan ke Tier 2 bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam sebagai negara dengan integrasi ekonomi signifikan dengan China. Singapura masuk ke Tier 3 bersama Kamboja, Laos, Myanmar, dan Filipina. Tier 1 meliputi Kanada, Uni Eropa, India, Israel, Jepang, dan Taiwan. AS memperkirakan kerugian penerimaan bea masuk akibat praktik ini mencapai US$ 40-303 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 14.33
Airlangga Buka Suara soal RI Dituduh Bantu China Hindari Tarif AS
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 13.35
Indonesia Gelar Dialog Strategis Komprehensif Perdana dengan China
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.20
Amerika Ungkap Alasan Sebenarnya China Makin Maju
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.07
Sindikat Pengantin Pesanan China Terbongkar, Dua Orang Jadi Tersangka
Berita terkait
AS Tuding Puluhan Negara Bantu China Menghindari Tarif Trump
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.21
Raksasa Robotika China 'Unitree' Melesat di Bursa, AS Kehilangan Pamor?
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.50
AS Bicara Kemungkinan Perang Nuklir, Sebut Rusia dan China Lawan Setara
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 13.43
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33