Indonesia dan Jerman Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan dan Investasi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah Indonesia berencana membangun PLTS sekapas 100 GW dalam 2-3 tahun ke depan, dengan dukungan teknologi dan modal dari Jerman. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kerja sama dengan Jerman menjadi kunci untuk mempercepat transformasi energi hijau dan program dedieselisasi yang menargetkan 13,3 GW untuk pembangkit listrik di pulau-pulau kecil. Indonesia memiliki alokasi dana JETP sekitar USD 21 miliar, namun hanya sebagian yang telah dimanfaatkan hingga saat ini.
Dalam pertemuan dengan Menteri Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan di Jakarta, kedua negara membahas peluang investasi di sektor energi terbarukan, semikonduktor, dan pendidikan vokasi. Airlangga menyatakan lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia, dengan total investasi kumulatif mencapai US$ 1,23 miliar selama 2021 hingga 2026. Kedua negara juga membahas penyelesaian Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA), yang diharapkan ditandatangani pada 2026.
Jerman bertindak sebagai co-leading International Partners Group dalam program Just Energy Transition Partnership (JETP) bersama Jepang. Total proyek yang mendapatkan komitmen pendanaan melalui JETP mencapai US$ 21,4 miliar, dengan realisasi sekitar US$ 3,93 miliar. KfW, bank pembangunan Jerman, siap memberikan pembiayaan untuk sektor swasta dalam mendukung transisi energi terbarukan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Airlangga Ajak Jerman Bangun PLTS 100 GW: Kami Butuh Teknologi dan Modal
20 Agustus 2026 pukul 11.52 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Jerman di RI, Ini Sektornya
20 Agustus 2026 pukul 12.19 · Baca aslinya ↗