Airlangga Ajak Jerman Bangun PLTS 100 GW: Kami Butuh Teknologi dan Modal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia berencana membangun PLTS 100 GW dalam 2-3 tahun ke depan, membutuhkan dukungan teknologi dan modal besar dari Jerman. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kerja sama dengan Jerman menjadi kunci untuk mempercepat transformasi energi hijau serta program dedieselisasi yang menargetkan 13,3 GW untuk pembangkit listrik di pulau-pulau kecil. Indonesia memiliki alokasi dana JETP sekitar USD 21 miliar, namun hanya USD 4 miliar yang telah dimanfaatkan hingga saat ini. KfW, bank pembangunan Jerman, dapat memberikan pembiayaan untuk sektor swasta. Menteri Federal Jerman, Reem Alabali Radovan, menekankan kerja sama dalam JETP untuk mendukung transisi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi perusahaan Indonesia maupun Jerman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 12.00
250 Perusahaan Jerman Beroperasi di RI, Investasi Capai US$1,23 Miliar
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 11.35
Lirik Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Jerman Bawa Delegasi Bisnis Incar Sektor Energi
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.09
Geothermal RI Terbesar di Dunia, tapi Implementasi di Bawah AS
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.47
Tarif Listrik Tetap Stabil di Tengah Gejolak Hormuz, Airlangga Ungkap Andalan Energi RI
Berita terkait
Bahlil Mulai Tender 30 GW PLTS yang Bakal Dibangun Tahun Ini
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.20
Bahlil Desak Pengusaha Percepat Pengembangan PLTP, Konsesi Jangan Mangkrak
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.06
Kementerian ESDM Catat PNBP Panas Bumi Capai Rp 2,45 T per Agustus 2026
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.00
Merdeka dari Ketergantungan Genset, PNRE-Kemenkop Kembangkan PLTS Pulau Sembur
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.32