Airlangga Ajak Jerman Bangun PLTS 100 GW: Kami Butuh Teknologi dan Modal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia berencana membangun PLTS 100 GW dalam 2-3 tahun ke depan, membutuhkan dukungan teknologi dan modal besar dari Jerman. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kerja sama dengan Jerman menjadi kunci untuk mempercepat transformasi energi hijau serta program dedieselisasi yang menargetkan 13,3 GW untuk pembangkit listrik di pulau-pulau kecil. Indonesia memiliki alokasi dana JETP sekitar USD 21 miliar, namun hanya USD 4 miliar yang telah dimanfaatkan hingga saat ini. KfW, bank pembangunan Jerman, dapat memberikan pembiayaan untuk sektor swasta. Menteri Federal Jerman, Reem Alabali Radovan, menekankan kerja sama dalam JETP untuk mendukung transisi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi perusahaan Indonesia maupun Jerman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.19
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Jerman di RI, Ini Sektornya
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.54
Gaet Jerman, RI Incar Proyek PLTS dan Rantai Pasok Semikonduktor
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.25
PLTS Disalurkan ke Agam untuk Pulihkan UMKM Pascabencana
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.06
Bukan Cuma Pariwisata, Ini Sektor RI yang Dibidik Investor Uni Eropa
Berita terkait
Implementasi RUPTL Bisa Datangkan Investasi Rp2.133 Triliun
JawaPos · 30 September 2026 pukul 00.15
Konsultan Global Soroti Ambisi PLTS 100 GW Prabowo, Sebut 3 Hal Ini Jadi Kunci
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 19.13
Pembangunan PLTS 100 GWp dalam 3 Tahun Dinilai Realistis
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.30
Eddy Soeparno Bicara Urgensi Kebut Realisasi PLTS 100 GW di New York
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.52