Industri Komponen Otomotif Indonesia Siap dan Menghadapi Tantangan TKDN untuk Kendaraan Listrik
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengklaim industri komponen otomotif Indonesia siap memasok kebutuhan kendaraan hybrid, plug-in hybrid, dan listrik (BEV). Presiden Direktur Yusak Kristian Solaeman menyatakan peralihan teknologi tidak menghilangkan kebutuhan pada komponen konvensional, terutama pada kendaraan hybrid yang menggabungkan mesin pembakaran dan sistem elektrifikasi. Penjualan wholesales BEV mencapai 101.171 unit pada Januari-Agustus 2026, naik 97,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan pasar yang berkembang pesat.
Sementara itu, Vice President PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) Arif Pramadana menyatakan industri komponen lokal belum sepenuhnya siap untuk mendukung Target Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 60% untuk kendaraan listrik berbasis baterai mulai 2027. Tantangan utama meliputi kemampuan teknologi, konsistensi produksi, dan harga. Supplier lokal mempertanyakan manfaat yang akan diterima ketika berhasil memenuhi persyaratan TKDN, karena insentif pemerintah belum secara langsung mendukung industri komponen.
Astra Otoparts aktif mengembangkan komponen kendaraan listrik dan perangkat pengisian melalui merek ALTRO, dengan investasi di fasilitas PT Dharma Minth Indonesia untuk produksi battery housing. Arif menyarankan agar pemerintah memberikan dukungan yang berjenjang kepada ekosistem supplier mulai dari Tier 1 hingga Tier 3, bukan hanya pada produsen kendaraan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Astra Otoparts: Industri Komponen RI Siap Pasok Kendaraan Hybrid dan Listrik
21 September 2026 pukul 11.29 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Bos Wuling Blak-blakan Soal Tantangan TKDN Mobil Listrik di RI
21 September 2026 pukul 18.45 · Baca aslinya ↗