Industri Manufaktur dan Ekspor Produk Indonesia Berkembang Pesat
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT JSWB Metal Products di Semarang memproduksi gantungan pakaian (hanger) yang seluruhnya diekspor ke Amerika Serikat, memanfaatkan fasilitas kawasan berikat dari Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Pada 2026, kapasitas produksi mencapai 31,2 juta pcs dengan investasi Rp 20,07 miliar, dan diproyeksikan meningkat hingga 156 juta pcs serta investasi Rp 41,31 miliar pada 2030. Keberhasilan ini juga mendorong penyerapan tenaga kerja lokal di Kawasan Industri Candi.
Industri manufaktur Indonesia mencapai peringkat 12 dunia pada 2025 dengan nilai Manufacturing Value Added (MVA) US$ 275,61 miliar, naik dari US$ 265,07 miliar pada 2024. Di Asia Tenggara, Indonesia mengalahkan Thailand dengan nilai tambah dua kali lipat, yaitu US$ 137,01 miliar. Di Asia, Indonesia menduduki peringkat 5 setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan.
Pemerintah juga mendorong TKDN kendaraan listrik mencapai 80% pada 2030 melalui peresmian fasilitas BYD di Subang. Sektor Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM) pada K2 2026 tumbuh 5,32% tahunan, menyumbang 16,83% PDB (Rp1.102,88 triliun) dan menyerap 38,98% investasi nasional. Ekspor IPNM Januari-Juni 2026 mencapai US$ 115,50 miliar, setara dengan 82,03% dari total ekspor nasional.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Membanggakan, Hanger Buatan Indonesia Siap Menghiasi Rantai Pasok Global
3 September 2026 pukul 10.09 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Kalahkan Thailand, Industri Manufaktur RI Tembus Peringkat 12 Dunia
3 September 2026 pukul 16.10 · Baca aslinya ↗