Kalahkan Thailand, Industri Manufaktur RI Tembus Peringkat 12 Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
Industri manufaktur Indonesia mencapai peringkat 12 dunia pada 2025 dengan nilai Manufacturing Value Added (MVA) US$ 275,61 miliar, naik dari US$ 265,07 miliar pada 2024. Di Asia Tenggara, Indonesia mengalahkan Thailand dengan nilai tambah dua kali lipat (US$ 137,01 miliar). Di Asia, Indonesia mantap peringkat 5 setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan. Sektor Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM) pada Q2 2026 tumbuh 5,32% tahunan, menyumbang 16,83% PDB (Rp1.102,88 triliun) dan menyerap 38,98% investasi nasional. Ekspor IPNM Januari-Juni 2026 mencapai US$ 115,50 miliar (82,03% total ekspor). Pemerintah mendorong TKDN kendaraan listrik mencapai 80% pada 2030 melalui peresmian fasilitas BYD di Subang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 10.09
Membanggakan, Hanger Buatan Indonesia Siap Menghiasi Rantai Pasok Global
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.05
Menperin Target TKDN Mobil Listrik RI Naik Jadi 80% di 2030, Caranya?
Detik.com · 3 September 2026 pukul 16.19
Prabowo ke Pengusaha Rusia: Datanglah ke RI, Bekerja Bersama Kami
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 12.45
Relaksasi Aturan DHE SDA: Eksportir Tertentu Wajib Parkir Dolar 30%
Berita terkait
Pengusaha Tak Peduli Pasar Lesu, Mesin Produksi Pabrik Jalan Terus
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.35
Agus Gumiwang Ungkap 'PR Besar' Industri RI, Utilisasi Baru 64,8%
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 19.34
Pemerintah Klaim Investor Antre Masuk ke Indonesia
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 09.00
Kejar Investasi Sektor Olahraga, RI Dinilai Bisa Contoh Inggris hingga AS
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 03.00