Inggris dan Prancis Izinkan Produksi Rudal SCALP untuk Ukraina, Rusia Peringatkan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa Inggris dan Prancis memberikan izin produksi rudal jarak jauh SCALP (Storm Shadow) untuk Ukraina. Rudal ini memiliki jangkauan lebih dari 250 km dan merupakan hasil kolaborasi Prancis-Inggris. Inggris akan membagikan informasi rahasia komponen untuk memungkinkan produksi lokal di Ukraina. Zelensky juga mengumumkan program FREYJA untuk sistem pertahanan anti-rudal balistik terintegrasi dengan target prototipe pada 2027, didanai Norwegia sebesar 9 miliar dolar AS. Ukraina juga menerima sistem pertahanan udara Crotale, misil AIM, serta tambahan misil Patriot.
Rusia memperingatkan keras terhadap dukungan militer Inggris dan Prancis kepada Ukraina. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa kedua negara sedang 'bermain api' setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengumumkan kebijakan untuk memberikan akses teknologi rahasia kepada Kyiv guna produksi rudal Storm Shadow, sementara Prancis juga menyatakan kesediaannya memasok teknologi serupa. Moskow menegaskan bahwa dukungan ini dapat memicu serangan balasan terhadap sasaran militer, termasuk di luar wilayah Ukraina.
Ketegangan ini bertambah setelah laporan Wall Street Journal mengungkapkan kunjungan Direktir CIA AS John Ratcliffe ke Moskow untuk membahas kemungkinan ancaman Rusia terhadap anggota NATO. Intelijen AS menilai bahwa Moskow sedang mempertimbangkan serangan terbatas, termasuk serangan siber atau serbuan kecil, yang mungkin ditujukan kepada negara Baltik. Di tengah ketidakpastian ini, NATO mulai meningkatkan kesiapan militer, seperti pengiriman tank tempur Black Panther ke Polandia yang ditempatkan di dekat perbatasan Kaliningrad.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
Presiden Zelensky Sebut Inggris dan Prancis Izinkan Ukraina Produksi Rudal SCALP
26 Agustus 2026 pukul 12.00 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Putin Sebut Inggris "Main Api", Siaga NATO Jadi Sasaran Berikutnya
28 Agustus 2026 pukul 08.05 · Baca aslinya ↗