Inggris Rebus Kembali Kemungkinan Bergabung dengan Uni Eropa
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Perdana Menteri Andy Burnham mengisyaratkan kemungkinan Inggris bergabung kembali dengan Uni Eropa untuk memperbaiki hubungan jangka panjang. Burnham berencana menjajaki hubungan yang lebih erat melalui pertemuan puncak akhir tahun ini dan menyusun rencana transformasi ekonomi 10 tahun. Sikap ini menandainya perubahan dari manifesto Partai Buruh 2024 yang sebelumnya berkomitmen menyukseskan Brexit tanpa bergabung kembali ke pasar tunggal atau serikat pabean.
Burnham menyatakan bahwa referendum baru mengenai keanggotaan Uni Eropa bisa dimasukkan dalam manifesto pemilu mendatang, namun menegaskan bahwa kembali bergabung bukan pilihan tepat saat ini. Ia menekankan perlunya evaluasi terhadap berbagai opsi hubungan, mulai dari pemeliharaan status quo hingga kembali menjadi anggota penuh. Burnham juga menyatakan bahwa kondisi hubungan Inggris dengan Uni Eropa saat ini belum cukup baik.
Menurut ekonom James Smith dari ING, pernyataan Burnham signifikan secara politik, namun manfaat ekonomi akan bergantung pada perubahan nyata dalam hubungan perdagangan. Steve Nolan dari Liverpool John Moores University menyatakan bahwa ekonomi Inggris mungkin 5%-8% lebih kecil dibandingkan jika tidak ada Brexit, dan mengurangi hambatan perdagangan dengan Uni Eropa berpotensi memberikan manfaat. Pemerintah Inggris telah mendorong kerja sama lebih dekat, termasuk pertemuan antara Burnham dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Juli 2026.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
6 Alasan Inggris Ingin Bergabung dengan Uni Eropa, Brexit Jadi Bencana Besar
1 Oktober 2026 pukul 02.20 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Inggris Mulai Berubah Pikiran, Pertimbangkan Gabung Uni Eropa Lagi
2 Oktober 2026 pukul 17.40 · Baca aslinya ↗