Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Inggris Mulai Berubah Pikiran, Pertimbangkan Gabung Uni Eropa Lagi

Inggris mulai membuka kembali wacana hubungan dengan Uni Eropa, satu dekade setelah Brexit. Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan bahwa referendum baru mengenai keanggotaan Uni Eropa bisa dimasukkan dalam manifesto pemilu mendatang, namun menegaskan bahwa kembali bergabung bukan pilihan tepat saat ini. Ia menekankan perlunya evaluasi terhadap berbagai opsi hubungan, mulai dari pemeliharaan status quo hingga kembali menjadi anggota penuh. Burnham juga menyatakan bahwa kondisi hubungan Inggris dengan Uni Eropa saat ini belum cukup baik.

Wacana ini muncul menjelang peringatan 10 tahun referendum Brexit pada 23 Juni 2016, di mana 52% pemilih Inggris memilih keluar dari Uni Eropa. Sejak keluarnya Inggris pada Januari 2020, Uni Eropa tetap menjadi mitra dagang utama, menyumbang sekitar 45% dari total ekspor dan impor barang Inggris pada Juli 2026. Ekonom James Smith dari ING menyatakan bahwa pernyataan Burnham signifikan secara politik, namun manfaat ekonomi akan bergantung pada perubahan nyata dalam hubungan perdagangan.

Steve Nolan dari Liverpool John Moores University menyatakan bahwa ekonomi Inggris mungkin 5%-8% lebih kecil dibandingkan jika tidak ada Brexit, dan mengurangi hambatan perdagangan dengan Uni Eropa berpotensi memberikan manfaat. Namun, kembali bergabung dengan Uni Eropa akan menghadapi tantangan, termasuk proses negosiasi baru dan persyaratan yang harus dipenuhi. Pemerintah Inggris telah mendorong kerja sama lebih dekat, termasuk pertemuan antara Burnham dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Juli 2026.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait