Iran Anjurkan Kenaikan BBM hingga Rp11.000/Liter di Tengah Sanksi AS dan Krisis Ekonomi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya sedang menghadapi 'perang skala penuh' secara ekonomi, militer, dan keamanan akibat sanksi baru Amerika Serikat. Pemerintah berusaha mengatasi inflasi, pengangguran, dan masalah biaya hidup yang meningkat. Pada Desember lalu, protes massal terkait kenaikan biaya hidup menyebabkan lebih dari 3.000 kematian menurut pihak berwenang, sementara LSM melaporkan ribuan korban akibat tindakan keras aparat.
Untuk mereduksi tekanan keuangan, pemerintah Iran menyiapkan tiga opsi kenaikan harga BBM, dengan kemungkinan harga naik hingga 872.000 rial (sekitar Rp11.000 per liter). Subsidi BBM yang mendukung 93 juta penduduk semakin sulit dibiayai, sementara konsumsi harian mencapai 135 juta liter, melebihi produksi domestik sebesar 121 juta liter. Pemerintah khawatir kenaikan harga ini dapat memicu inflasi lebih lanjut dan menambah beban masyarakat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh
23 Agustus 2026 pukul 19.08 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Di Ambang Krisis, Iran Terancam Naikkan Harga BBM hingga Rp11.000 per Liter
25 Agustus 2026 pukul 08.08 · Baca aslinya ↗