Iran Peringatkan Serangan Melanjutkan Terhadap AS dan Negara Timur Tengah
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Iran memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat bahwa akan menyerang semua pangkalan militer dan fasilitas AS di Timur Tengah jika AS kembali melancarkan serangan. Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran Khatam Al-Anbiya menyatakan serangan akan bersifat berulang, menyakitkan, dan tanpa batasan. Iran juga tidak akan menahan diri terhadap negara Timur Tengah yang ikut serta dalam agresi AS. Perang antara Iran dan AS dimulai 28 Februari 2024 setelah serangan gabungan AS dan Israel, yang dibalas Iran dengan serangan di beberapa titik. Konflik kembali berlanjut meskipun ada perjanjian penghentian permusuhan pada Juni.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan akan menyerang target baru dan menggunakan senjata baru jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Teheran. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, menyatakan bahwa pasukannya siap menghadapi konflik berkepanjangan dan akan menghadirkan senjata dengan kemampuan baru di medan perang. Target yang akan diserang juga akan berbeda dari sebelumnya, dengan kata-katanya, "kami memiliki target-target baru yang belum pernah diserang".
Pernyataan ini muncul setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengungkapkan informasi mengenai kemungkinan AS akan melancarkan serangan baru terhadap Iran. Mereka menyebut, keputusan serangan tersebut didapatkan dalam pertemuan gabungan AS dengan sejumlah negara kawarga di sebuah negara Eropa.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Iran Beri Peringatan Keras: Ancam Serang Semua Pangkalan Militer AS Jika Diserang Lagi
21 September 2026 pukul 13.25 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Jika AS Menyerang, Iran Bakal Pakai Senjata Baru dan Incar Target Baru
21 September 2026 pukul 15.33 · Baca aslinya ↗