Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran Peringatkan Serangan Melanjutkan Terhadap AS dan Negara Timur Tengah

Iran memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat bahwa akan menyerang semua pangkalan militer dan fasilitas AS di Timur Tengah jika AS kembali melancarkan serangan. Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran Khatam Al-Anbiya menyatakan serangan akan bersifat berulang, menyakitkan, dan tanpa batasan. Iran juga tidak akan menahan diri terhadap negara Timur Tengah yang ikut serta dalam agresi AS. Perang antara Iran dan AS dimulai 28 Februari 2024 setelah serangan gabungan AS dan Israel, yang dibalas Iran dengan serangan di beberapa titik. Konflik kembali berlanjut meskipun ada perjanjian penghentian permusuhan pada Juni.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan akan menyerang target baru dan menggunakan senjata baru jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Teheran. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, menyatakan bahwa pasukannya siap menghadapi konflik berkepanjangan dan akan menghadirkan senjata dengan kemampuan baru di medan perang. Target yang akan diserang juga akan berbeda dari sebelumnya, dengan kata-katanya, "kami memiliki target-target baru yang belum pernah diserang".

Pernyataan ini muncul setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengungkapkan informasi mengenai kemungkinan AS akan melancarkan serangan baru terhadap Iran. Mereka menyebut, keputusan serangan tersebut didapatkan dalam pertemuan gabungan AS dengan sejumlah negara kawarga di sebuah negara Eropa.

Menurut tiap media