Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kushner Tekan Netanyahu soal Gaza, Serangan Israel Lanjut, Pulang Perkiraan Korban Bertolak Belakang

Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump, berkunjung ke Israel untuk mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjalankan rencana perdamaian Gaza berbasis 15 poin, yang menuntut Hamas melepas senjata dan menyerahkan kendali wilayah ke pasukan internasional sebagai imbalan penarikan pasukan Israel. Netanyahu menolak rencana tersebut, terutama terkait kontrol internasional atas Gaza, sekaligus menegaskan tidak akan menarik pasukan atau membiayai rekonstruksi sebelum Hamas mengosongkan senjata secara penuh. Kushner menegaskan AS tidak akan mendukung rekonstruksi Gaza sebelum itu terjadi, sementara Hamas menyatakan kesiapan melepas senjata hanya setelah pasukan Israel mundur dan serangan berhenti. Kedua belah pihak berselisih siapa yang harus mengambil langkah pertama.

Serangan militer Israel terus dilancarkan hampir setiap hari, termasuk serangan udara yang menargetkan sebuah kafe di pelabuhan Kota Gaza menggunakan drone dan dua rudal, menewaskan enam warga Palestina termasuk seorang anak dan melukai 12 hingga 14 orang lainnya. Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan empat komandan Hamas, namun Hamas belum merilis konfirmasi terkait klaim ini. Media yang berbeda memberikan angka korban yang tidak selaras: Detik.com melaporkan enam tewas dan 12 luka, sementara kumparan menyebutkan enam tewas dan 14 luka.

Sejumlah media menyatakan bahwa sejak konflik dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.000 orang luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza. Media Indonesia awalnya melaporkan angka lebih dari 73.000 tewas dan kerusakan luas, sementara Detik.com menambahkan lebih dari 174.000 luka. Di sisi lain, gencatan senjata Oktober lalu berhasil menukarkan sandera dengan hampir 2.000 tahanan Palestina, namun kemajuan terhenti karena Hamas menolak pelucutan senjata total. Sekitar dua juta warga Gaza terpaksa mengungsi di kamp darurat dan bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Menurut tiap media