Israel Kembalikan Jenazah Anak Palestina dan Serang Gaza, 5 Tewas
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Israel akan menyerahkan jenazah remaja Palestina 15 tahun, Jadallah Jihad Jumaa Jadallah, yang tewas dalam penggerebekan di kamp pengungsi Al-Fara'a, Tubas pada 16 November 2025. Jenazahnya telah ditahan selama lebih dari sembilan bulan sejak kejadian. Keputusan ini muncul setelah kampanye pengembalian jenazah mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Israel pada Maret 2026. Pengadilan memberi Israel waktu untuk menyiapkan penyerahan, meskipun tanggal pasti belum ditentukan. Penahanan jenazah ini menghambat hak keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir dan melaksanakan pemakaman sesuai agama. Kampanye Nasional untuk Pengembalian Jenazah Syuhada Palestina melaporkan Israel saat ini menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina, termasuk 799 yang teridentifikasi. Data yang dirilis menunjukkan 81 di antaranya adalah anak di bawah 18 tahun, 99 orang tewas di penjara, dan 10 perempuan. Selain itu, 256 jenazah lainnya disimpan di lokasi yang disebut 'pemakaman angka', dengan identitas mereka ditandai oleh nomor alih-alih nama. Kebijikan penahanan jenazah sebagai alat tawar-menawar ini pertama kali diputuskan Mahkamah Agung Israel pada 2019, kemudian diperluas untuk mencakup warga Palestina yang dituduh melakukan serangan.
Serangan udara Israel di Gaza menewaskan lima orang, termasuk tiga anggota keluarga yang ditemukan hancur berkeping-keping di Al-Qarara. Insiden ini terjadi sehari setelah serangan udara langka di Tepi Barat yang diklaim Israel sebagai respons terhadap rencana serangan militan. Pihak militer Israel sedang menyelidiki kasus ini. Serangan berlanjut meski ada gencatan senjata yang ditengahi AS sejak Oktober 2023. Nickolay Mladenov, perwakili khusus AS untuk Gaza, menyatakan bahwa kekerasan mengganggu proses perdamaian dan menyulitkan warga Gaza merasakan dampak gencatan senjata. Hamas juga dikritik belum memenuhi komitmennya terkait pelucutan senjata. Israel juga memperingatkan akan menindak tegas penerbangan layang-layang dari Gaza, yang pernah membawa bahan peledak, meskipun baru-baru ini tidak mengandung ranjangan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
Israel akan Kembalikan Jenazah Anak Palestina yang Ditahan Sejak Tewas November 2025
28 Agustus 2026 pukul 04.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Israel Kembali Serang Gaza, 5 Orang Tewas
29 Agustus 2026 pukul 02.37 · Baca aslinya ↗