Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jakarta Barat Perluas Penanggulangan DBD dengan Teknologi Wolbachia

Pemerintah Kota Jakarta Barat melaksanakan penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) dengan metode Wolbachia di Kecamatan Cengkareng. Hal ini dilakukan setelah Jakarta Barat menempati peringkat ketiga tertinggi kasus DBD di Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan laporan hingga 20 Agustus 2026, Incident Rate (IR) Jakarta Barat mencapai 62,3 per 100.000 penduduk dengan total 1.591 kasus. Kecamatan Cengkareng menjadi fokus karena memiliki IR tertinggi di Jakarta Barat, yakni 96,7 dengan 563 kasus. Di antara kelurahannya, Kelurahan Kapuk mencatatkan IR 133,6 dan 234 kasus, menjadi wilayah dengan kasus terbanyak.

Implementasi Wolbachia di Cengkareng merupakan langkah kedua setelah Kecamatan Kembangan yang telah menunjukkan penurunan kasus DBD. Menurut Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, program ini diharapkan memberikan hasil lebih cepat, meskipun idealnya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk optimal. Ia berharap agar hasilnya bisa terlihat dalam satu tahun. Pemerintah menekankan bahwa teknologi ini aman bagi manusia dan lingkungan, serta menjadi pelengkap program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Berbeda dengan pelaporan CNN Indonesia yang menyebutkan fokus penempatan di lingkungan se-Kecamatan Cengkareng melalui penyerahan benih nyamuk kepada orang tua asuh, Media Indonesia menekankan pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang telah mengandung bakteri Wolbachia secara bertahap dengan penempatan ember berisi telur nyamok di pemukaan warga. Media Indonesia juga merujuk pada uji coba sebelumnya di Yogyakarta yang berhasil menurunkan 77% kasus demam dengue dan 86% potensi rawat inap pada 2022, sementara CNN Indonesia tidak menyebutkan data tersebut.

Menurut tiap media