Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jokowi Ingatkan Kekuasaan Sementara Jangan Dipakai untuk Menjatuhkan Orang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi peringatan agar kekuasaan dan jabatan tidak disalahgunakan untuk menjatuhkan atau menyakiti orang lain. Dalam peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-8 Al-Maghfrollah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, Jokowi menyampaikan bahwa setiap kekuasaan bersifat sementara dan harus digunakan dengan bijak. Ia mengutip petuah Jawa "Lamun siro sekti, ojo mateni" untuk menekankan pentingnya tidak menggunakan kekuatan untuk mencelakakan orang lain.

Menurut Jokowi, prinsip ini berlaku bagi semua pemimpin, mulai dari tingkat nasional hingga lurah di pemerintahan paling bawah. Ia memberi contoh seseorang yang menjadi lurah tidak bolei bersikap kasar atau arogan kepada masyarakat yang dipimpinnya. Jokowi menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan hanya sementara, sehingga harus disikapi dengan rendah hati dan kepedulian pada kepentingan bersama.

Jokowi juga menyampaikan tiga petuah Jawa dalam acara yang sama. Petuah pertama "Lamun siro sekti, ojo mateni" mengingatkan tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk merugikan orang. Petuah kedua "Lamun siro pinter, ojo minteri" menekankan tidak memanfaatkan kepandaian untuk membodohi. Petuah ketiga "Lamun siro banter, ojo disiki" meminta tidak menggunakan kemampuan untuk mendahului orang secara tidak baik. Jokowi menekankan kekuasaan hanya sementara dan harus dijalani dengan bijak serta tanggung jawab.

Menurut tiap media