Jokowi Kunjungi Korban Gempa Palue di NTT, Dikritik Terlambat dan Dituduh Pencitraan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Jokowi mengunjungi korban gempa bumi di Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur, dan sempat menginap di tenda pengungsian untuk berinteraksi langsung dengan warga. Dalam kunjungan tersebut, warga mengeluhkan kesulitan akses air bersih. Jokowi menyampaikan bahwa kapasitasnya terbatas karena sudah pensiun, namun tetap berkomitmen memberikan bantuan sesuai kemampuan yang tersedia.
Kunjungan Jokowi dikritik oleh PDIP melalui Juru Bicaranya Guntur Romli, yang menilai aksi tersebut hanya sebagai pencitraan dan menggambarkannya sebagai upaya pengalihan isu terkait pengadilan ijazah palsu dan ijazah Gibran. PDIP juga mempertanyakan urgensi kunjungan yang dilakukan satu bulan setelah bencana terjadi.
Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie membela kehadiran Jokowi dengan menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan dalam tiga fase, yakni tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Menurutnya, sebulan setelah gempa, situasi masih dalam status darurat dengan banyak warga bertahan di pengungsian dan kegiatan belajar belum normal. Bantuan yang dibawa Jokowi berupa 4000 zak semen, 3000 lembar seng, dan 100 tandon air, yang ditujukan untuk pemulihan infrastruktur bukan bantuan konsumsi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
PDIP Tuding Jokowi ke NTT Cuma untuk Pencitraan dan Kabur dari Pengadilan Ijazah Palsu
18 September 2026 pukul 15.00 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Jokowi Disebut Terlambat ke NTT, Grace PSI: Mereka Tidak Paham Penanganan Bencana
20 September 2026 pukul 10.43 · Baca aslinya ↗