Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

Jokowi Kunjungi Korban Gempa Palue di NTT, Dikritik Terlambat dan Dituduh Pencitraan

Presiden Jokowi mengunjungi korban gempa bumi di Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur, dan sempat menginap di tenda pengungsian untuk berinteraksi langsung dengan warga. Dalam kunjungan tersebut, warga mengeluhkan kesulitan akses air bersih. Jokowi menyampaikan bahwa kapasitasnya terbatas karena sudah pensiun, namun tetap berkomitmen memberikan bantuan sesuai kemampuan yang tersedia.

Kunjungan Jokowi dikritik oleh PDIP melalui Juru Bicaranya Guntur Romli, yang menilai aksi tersebut hanya sebagai pencitraan dan menggambarkannya sebagai upaya pengalihan isu terkait pengadilan ijazah palsu dan ijazah Gibran. PDIP juga mempertanyakan urgensi kunjungan yang dilakukan satu bulan setelah bencana terjadi.

Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie membela kehadiran Jokowi dengan menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan dalam tiga fase, yakni tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Menurutnya, sebulan setelah gempa, situasi masih dalam status darurat dengan banyak warga bertahan di pengungsian dan kegiatan belajar belum normal. Bantuan yang dibawa Jokowi berupa 4000 zak semen, 3000 lembar seng, dan 100 tandon air, yang ditujukan untuk pemulihan infrastruktur bukan bantuan konsumsi.

Menurut tiap media