Kabut Asap Karhutla Selimuti Pekanbaru dan Palangka Raya, Kualitas Udara dan Jarak Pandang Terdampak
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Selasa (18/8). Di Pekanbaru, data BMKG mencatat tingkat particulate matter (PM2.5) sempat melonjak hingga 276 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB sebelum turun ke 42.2 µg/m³ pada pukul 13.00 WIB. Dinas Kesehatan Riau mengimbau kelompok rentan seperti lansia, balita, dan penderita penyakit pernapasan mengurangi aktivitas luar ruangan, serta meminta warga menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi vitamin, dan membatasi sirkulasi udara di dalam rumah saat asap menebal.
Sementara itu, Kota Palangka Raya di Kalimantan Tengah juga diliputi kabut asap pekat dengan visibilitas yang menurun drastis di sejumlah ruas jalan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, sementara pengendara diminta mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman. Berbeda dengan kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan, aktivitas warga di Palangka Raya berlangsung normal—lalu lintas padat dan anak-anak tetap berangkat sekolah—karena belum ada imbauan libur sekolah dari pihak berwenang. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau kualitas udara serta perkembangan karhutla.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Kualitas Udara Pekanbaru di Level Berbahaya akibat Kabut Asap Karhutla
18 Agustus 2026 pukul 15.17 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Palangka Raya Dikepung Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Terbatas
18 Agustus 2026 pukul 19.46 · Baca aslinya ↗