Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kabut Asap Pekanbaru: Kualitas Udara Berbahaya, 2.193 Titik Panas di Sumatera

Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, diselimuti kabut asap akibat kebakaran lahan, menyebabkan kualitas udara mencapai kategori berbahaya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan jarak pandang hanya sekitar 2 kilometer dan konsentrasi PM2,5 mencapai 508,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00 WIB, jauh melampaui ambang batas sehat. Kondisi ini berlangsung sejak Senin (24/8) pukul 16.00 WIB hingga Selasa (25/8) dini hari, dengan suhu Rengat naik 2 km, Pelalawan 5 km, dan Tambang 3 km.

Pada Senin (24/8), BMKG mencatat 2.193 titik panas di Pulau Sumatera, dengan Sumatera Selatan sebagai penyumbang terbanyak (1.207 titik) dan Riau mencatat 393 titik. Di Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak (153 titik), diikuti Inderagiri Hilir (140 titik). Kebakaran lahan masih aktif, terutama di Pelalawan dengan luasan terdampak mencapai 700 hektare, Inderagiri Hulu (471 hektare), serta area lain di Inderagiri Hilir dan Kampar.

BMKG menegaskan bahwa kondisi asap ini berpotensi mempengaruhi kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah, memakai masker, dan meningkatkan konsumsi air putih. Data Media Indonesia menunjukkan konsentrasi PM2,5 bervariasi antara 508,8 µg/m³ hingga 328,9 µg/m³ pada pagi hari, sementara ANTARA News dan CNN Indonesia hanya melaporkan nilai maksimum 508,8 µg/m³. Media Indonesia juga melaporkan 376 kasus ISPA dalam tiga minggu terakhir Agustus 2026, mayoritas non-pneumonia seperti batuk, pilek, dan radang tenggorokan.

Menurut tiap media