KAI Berencana Impor KRL Bekas Jepang untuk Atasi Defisit Pasokan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mengimpor 23 trainset KRL bekas dari Jepang, terdiri dari 7 unit formasi 12 kereta (SF12) dan 16 unit formasi 8 kereta (SF8). Langkah ini diambil untuk mengatasi defisit pasokan akibat keterbatasan kapasitas produksi PT INKA di tengah peningkatan permintaan penumpang. Komisi VI DPR RI telah memberikan persetujuan atas rencana impor ini sebagai solusi transisi sementara guna mendukung kebutuhan angkutan sekaligus memperkuat industri perkeretaapian dalam negeri.
KAI memproyeksikan defisit pasokan mencapai puluhan trainset pada 2026-2031, dengan puncak 45 trainset pada 2029. KRL bekas Jepang dipilih karena kompatibel dengan infrastruktur nasional, termasuk lebar rel dan sistem Listrik Aliran Atas (LAA), serta menyesuaikan kondisi stasiun yang tidak semua dapat menampung SF12. Terkait data penumpang, Detik.com mencatat kenaikan 11,3% pada Semester I-2026 dengan jumlah harian mencapai 1,1 hingga 1,3 juta penumpang, sementara kumparan tidak menyebutkan angka tersebut.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
KAI Usul Impor KRL Bekas Jepang untuk Tambal Defisit Pasokan INKA
23 September 2026 pukul 18.21 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Tok! DPR Restui Impor KRL Bekas Jepang
23 September 2026 pukul 19.00 · Baca aslinya ↗