KAI Usul Impor KRL Bekas Jepang untuk Tambal Defisit Pasokan INKA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) berencana mengimpor trainset KRL bekas dari Jepang untuk mengatasi defisit pasokan akibat keterbatasan kapasitas produksi PT INKA di tengah meningkatnya permintaan penumpang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Perhubungan untuk mendapatkan izin dispensasi impor barang bukan baru. KAI memproyeksikan defisit pasokan mencapai puluhan trainset pada periode 2026 hingga 2031, dengan puncak defisit sebesar 45 trainset pada 2029. KRL bekas Jepang dipilih karena spesifikasi teknisnya kompatibel dengan infrastruktur nasional Indonesia, termasuk lebar rel dan sistem Listrik Aliran Atas (LAA). Rencananya, KAI akan mengimpor 7 trainset formasi 12 kereta (SF12) dan 16 trainset formasi 8 kereta (SF8) yang diproyeksikan dapat beroperasi hingga 10 tahun ke depan. Impor ini dilakukan sebagai solusi transisi sementara hingga kapasitas produksi dalam negeri dapat menyelesaikan kebutuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 06.25
Ini Pertimbangan Bos KAI Minta Izin Impor KRL Bekas
Detik.com · 23 September 2026 pukul 19.00
Tok! DPR Restui Impor KRL Bekas Jepang
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.24
Headway KRL Green Line Bakal Dipangkas Jadi 4-5 Menit
Detik.com · 24 September 2026 pukul 10.51
Rute KRL Mau Diperpanjang, Armada Diminta Siap
Berita terkait
DPR Setujui KAI Impor KRL Bekas
kumparan · 23 September 2026 pukul 22.34
Saat PT KAI Dapat Lampu Hijau dari DPR untuk Impor KRL Bekas
kumparan · 24 September 2026 pukul 08.34
KRL Bakal Nyambung hingga Cikampek-Lido di 2028
Detik.com · 24 September 2026 pukul 07.26
KAI Bakal Impor Kereta Bekas dari Jepang, Ini Alasannya
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 07.00