Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

KAI Usul Impor KRL Bekas Jepang untuk Tambal Defisit Pasokan INKA

PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) berencana mengimpor trainset KRL bekas dari Jepang untuk mengatasi defisit pasokan akibat keterbatasan kapasitas produksi PT INKA di tengah meningkatnya permintaan penumpang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Perhubungan untuk mendapatkan izin dispensasi impor barang bukan baru. KAI memproyeksikan defisit pasokan mencapai puluhan trainset pada periode 2026 hingga 2031, dengan puncak defisit sebesar 45 trainset pada 2029. KRL bekas Jepang dipilih karena spesifikasi teknisnya kompatibel dengan infrastruktur nasional Indonesia, termasuk lebar rel dan sistem Listrik Aliran Atas (LAA). Rencananya, KAI akan mengimpor 7 trainset formasi 12 kereta (SF12) dan 16 trainset formasi 8 kereta (SF8) yang diproyeksikan dapat beroperasi hingga 10 tahun ke depan. Impor ini dilakukan sebagai solusi transisi sementara hingga kapasitas produksi dalam negeri dapat menyelesaikan kebutuhan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait