Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Berlabuh di Thailand Setelah Penugasan Panjang di Timur Tengah

Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln akhirnya berlabuh di pelabuhan Laem Chabang, Thailand, setelah bertugas di Timur Tengah dan Laut China Selatan. Menurut Detik.com, kunjungan ini menandai kembalinya sekitar 5.000 awak kapal ke darat untuk pertama kalinya sejak November 2025, sementara SINDOnews melaporkan kapal berangkat dari San Diego pada November 2023 untuk misi enam bulan di Pasifik dan Laut Tiongkok Selatan sebelum dialihkan ke Teluk Pasifik setelah operasi militer AS dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari 2024. Detik.com menyebutkan kapal akan tiba pada 1 September 2026, sementara Detik.com versi lain dan CNBC Indonesia melaporkan kapal tiba pada 2 September 2026 setelah berlayar 200 hari termasuk masa pengerahan di Timur Tengah.

Para pelaut dan Marinir AS akan berkunjung ke Pattaya, kota resor yang dulunya menjadi tujuan rekreasi bagi pasukan AS sejak Perang Vietnam. Sekitar 600 petugas keamanan akan ditugaskan untuk menjaga ketertiban, sementara 40 bus disiapkan untuk mengangkot para pelaut ke kota tersebut secara bertahap hingga kapal berangkat. Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, menyatakan bahwa para pelaut sudah lama tidak turun ke darat, sekitar 280 hari, sehingga rekreasi di sana diharapkan memberikan pemulihan bagi mereka. Pemerintah Thailand melarang aktivitas tertentu seperti olahraga air dan jet ski, sementara kepolisian memperkuat patroli di area wisata malam.

Penugasan panjang ini memicu kritik terhadap kondisi sekitar 5.000 awak kapal, termasuk dugaan kekurangan pasokan, kontaminasi air, masalah kesehatan mental, dan gangguan layanan pos yang menyebabkan paket hilang. Senator AS Richard Blumenthal menyurati Menteri Pertahanan untuk meminta penjelasan mengenai kondisi hidup awak. Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Presiden Donald Trump membantah gambaran tersebut. Pentagon mengumumkan USS George Washington dari Jepang akan menggantikan Lincoln di Timur Tengah, sekaligus menimbulkan kritik terkait keterbatasan kapasitas Angkatan Laut AS di kawasan Asia. Kapal terlihat mengalami karat pada bagian lambung akibat penggunaan panjang di laut, menjadikannya salah satu penugasan terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS.

Menurut tiap media