Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Karhutla di Kalteng: 148,71 Hektare Terbakar, 66.679 Kasus ISPA, 10.700 Personel Padam

Beberapa media melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan data yang tidak sepenuhnya konsisten. Detik.com dan SINDOnews mencatat luas area terbakar mencapai 148,71 hektare dengan 46 kejadian, sementara CNN Indonesia melaporkan luas yang lebih besar yakni 1.317,15 hektare hingga 18 Agustus 2026, meskipun jumlah kejadian tidak disebutkan secara eksplisit. Jumlah titik panas juga bervariasi: Detik.com mencatat 1.026 titik panas per Selasa pukul 18.00 WIB, sementara CNN Indonesia melaporkan 3.840 titik hotspot sepanjang tahun hingga 19 Agustus 2026.

Dampak kesehatan juga dilaporkan berbeda. Detik.com dan SINDOnews menyatakan adanya 66.679 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sementara Media Indonesia menekankan kualitas udara yang masuk kategori berbahaya dengan konsentrasi PM25 mencapai 290,2 mikrogram per kubik meter pada pukul 06.00 WIB. Media Indonesia juga menambahkan bahwa asap karhutla mengganggu transportasi dan menurunkan jarak pandang, sebuah klaim yang tidak muncul dalam laporan media lain.

Penanganan karhutla melibatkan kolaborasi antarinstansi, termasuk BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, dan relawan. Detik.com mencatat penggunaan 10.700 personel gabungan, lima helikopter, dan satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca. CNN Indonesia menekankan kendala operasional seperti sumber air yang jauh, keterbatasan selang, dan gangguan mesin, yang menyebabkan kelelahan relawan. Pemerintah Kota Palangka Raya, sebagaimana dilaporkan oleh Detik.com dan Media Indonesia, mencatat 298 kejadian karhutla dari 1 Juni hingga 19 Agustus 2026, dengan dominasi di Kecamatan Jekan Raya (188 kali) dan Kecamatan Sabangau (68 kali).

Menurut tiap media