Karies Gigi Rata-Rata 80 Persen di Indonesia, Akses Kesehatan Jadi Sorotan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Indonesia berusia 81 tahun merdeka, namun akses layanan kesehatan gigi di pelosok masih terbatas. Film dokumenter 'Negeri Susah Senyum' merekam kondisi kesehatan gigi masyarakat di Jakarta dan Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi. Di Ciptagelar, warga dihadapkan pada keterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya tenaga dokter gigi, dan jarak jauh ke layanan kesehatan lengkap, sehingga banyak mengandalkan pengobatan alternatif tidak higienis.
Masalah karies atau gigi berlubang meluas di Indonesia. Media Indonesia melaporkan sekitar 80 persen masyarakat terdampak, sementara Warta Ekonomi menyebutkan angka yang sama yakni 80 persen. Di Ciptagelar, anak-anak lebih rentan terhadapi karies berat akibat konsumsi makanan olahan bergula tinggi, sementara generasi tua justru memiliki gigi lebih baik karena pola makanan alami rendah gula. Karies yang tidak ditangani dapat berkembang hingga mencapai saraf gigi, menyebabkan nyeri hebat dan kerusakan permanen.
Dokter menekankan pentingnya pencegatan melalui kebersihan gigi, pengurangan konsumsi gula, dan pemeriksaan rutin. Makanan dan minuman manis menjadi faktor utama pemicu karies karena bakteri Streptococcus mutans memanfaatkan gula untuk merusak gigi. Target Indonesia bebas karies pada 2035 masih terpelihara, namun kesenjangan akses layanan kesehatan gigi di daerah terpencil perlu diatasi agar pencegahan dapat mencapai seluruh lapisan masyarakat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
81 Tahun Indonesia Merdeka, Senyum di Pelosok Masih Menjadi Kemewahan
18 Agustus 2026 pukul 14.07 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Penyakit Karies Indonesia Capai 80 Persen, Akses Kesehatan Jadi Sorotan
19 Agustus 2026 pukul 23.11 · Baca aslinya ↗